Air Terjun Tertinggi Indonesia - Sigura-gura
Air Terjun ini terletak sekitar 250 km dari Medan. Airnya dihasilkan oleh sungai Asahan, yakni sungai yang biasa diarungi untuk kegiatan olahraga arung jeram yang berada pada area sepanjang 22 km, mulai dari Desa Tangga atau tepat di depan pintu Bendungan Sigura-gura hingga Bandar Pulau, yang menjadi muara sungai. Air terjun Sigura-gura dengan ketinggian 250 meter merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat di Sumatera Utara, sebab aliran air terjun ini digunakan untuk penggerak utama generator.
Sumber: http://jelajahalamnusantara.blogspot.com
Sumber: http://jelajahalamnusantara.blogspot.com
Diposkan pada 09.44
Kelimutu - Danau Tiga Warna
Tempat Wisata Kelimutu - Danau Tiga Warna Kelimutu. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang cukup bernilai tinggi, Taman Nasional Kelimutu juga memiliki keunikan dan nilai estetika yang menarik yaitu dengan adanya tiga buah danau berwarna dan berada di puncak Gunung Kelimutu. Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.
Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari keli yang berarti gunung dan kata mutu yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Danau Tiga Warna Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna-warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau Tiwu Ata Polo merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat.
Warna air di ketiga kawah itu terus berubah. Kawah Tiwu Ata Mbupu yang pada 1915 berwarna merah darah, kini berwarna hitam kecokelatan. Begitu pula Tiwu Nua Muri. Kawah aktif dengan kedalaman 127 meter ini terus berubah warna dari hijau zamrud menjadi putih, biru, dan akhirnya hijau muda. Sedangkan Tiwu Ata Polo dari putih, hijau, biru, merah, dan kini cokelat kehitaman. Menurut sejumlah peneliti, perubahan warna di kawah itu bisa jadi akibat pembiasan cahaya matahari dan pantulan warna dinding kawah, biota air, pantulan dasar danau, serta perubahan zat kimia yang terlarut di kawah. Sayang, keindahan itu tak bisa dinikmati lama-lama. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, kabut sudah menyelimuti permukaan kawah.
Kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Kelimutu ditunjang oleh seni budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas masyarakat setempat. Pembuatan tenun ikat sangat menarik perhatian pengunjung, karena didasari oleh seni dan imajinasi yang sangat tinggi dan berbeda dengan pembuatan tenun ikat lainnya di Indonesia.
Sumber: http://areaterbaru.com
Diposkan pada 09.13
Gunung Bromo
Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.
Melihat Matahari Terbit Bromo dari Pananjakan
Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Kawah dan Lautan Pasir Bromo
Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.
Sumber: http://kumpulan.info
Diposkan pada 16.25
Bali - Pulau Dewata
Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia. Banyak yang mengatakan bahwa Anda belum ke Indonesia jika belum pernah mengunjungi Bali. Pulau Bali merupakan tujuan favorit para pelancong baik dari mancanegara maupun lokal, hal ini dikarenakan Bali memang memiliki keanekaragaman budaya juga daya tarik alam yang sangat luar biasa.Salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Bali
Secara garis besar, Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan yang terletak di bagian barat Pulau Bali. Pulau Bali sendiri terletak di antara dua pulau besar, yaitu pulau Jawa di sebelah barat dan pulau Lombok di sebelah Timur.
Secara garis besar, Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan yang terletak di bagian barat Pulau Bali. Pulau Bali sendiri terletak di antara dua pulau besar, yaitu pulau Jawa di sebelah barat dan pulau Lombok di sebelah Timur.
Pulau Bali terkenal memiliki pantai yang indah seperti pantai Kuta dan Sanur, namun Pulau bali juga memiliki daerah pegunungan yang indah, diantara gunung gunung yang terdapat di pulau Bali yaitu Gunung Batur (1.717 meter) dan Gunung Agung (3.142 meter). Sedangkan gunung yang tidak berapi antara lain adalah Gunung Merbuk (1.356 meter), Gunung Patas (1.414 meter) dan Gunung Seraya (1.058 meter) serta beberapa gunung lainnya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan wilayah Bali secara geografis terbagi dalam dua bagian yang tidak sama, yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Selain itu, Provinsi Bali juga memiliki empat buah danau, yakni Danau Buyan, Danau Beratan, Danau Tamblingan, dan Danau Batur. Kombinasi dari topografi di atas membuat lanscape Bali menjadi sempurna untuk pariwisata.
Bali bisa ditempuh melalui darat, laut dan udara. Karena Bali merupakan pulau yang terpisah, apabila anda menggunakan transportasi darat tentu saja anda memerlukan kapal penyebrangan / ferry. Dari Bandung / Jakarta perjalanan udara dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2 Jam, terdapat banyak maskapai penerbangan yang dapat anda pilih dengan harga yang cukup bersaing. Sedangkan jika menggunakan Bus dapat ditempuh dengan waktu sekitar 26 Jam, diantaranya dengan menggunakan Bus Keramat Djati dan Pahala Kencana (Dari kota Bandung), dengan tarif sekitar Rp. 270.000 (Tahun 2007). PT. Kereta Api Indonesia juga menjual paket perjalanan dari Jakarta ke Bali.
Travelers Tips :1. Untuk wisatawan dari pulau Jawa, Bali masuk kedalam pembagian waktu Indonesia bagian tengah. Untuk itu cocokan penunjuk waktu Anda.2. Untuk anda yang menuju bali dengan menggunakan transportasi darat, sebaiknya berhati-hati ketika berada di belabuhan ferry & di atas kapal ferry. Untuk anda yang menggunakan Bus, tinggalah sejenak di dalam bus sampai kapal ferry bergerak maju. Lalu sebaiknya anda turun di “Pom Bensin” sebelum terminal Ubung, Bali (minta kepada kondektur) karena di sini banyak terdapat Taxi dengan Argo. Di terminal Ubung banyak terdapat Calo yang cukup mengganggu.
Sumber: http://www.indotravelers.com
Diposkan pada 05.57
Karimun Jawa
![]() |
| Karimun Jawa |
Keindahan biota lautnya adalah salah satu alasan utama untuk mengunjungi Karimunjawa. Tak kurang dari 69 marga karang keras dan 353 spesies ikan karang hidup di perairan laut tropisnya. Snorkeling menjadi kegiatan favorit. Menikmati warna-warni terumbu karang, atau menyaksikan tarian ikan-ikan badut yang lucu dan menggemaskan akan menjadi pengalaman tak terlupakan.
Bila ingin lebih lama menghabiskan waktu bercengkerama dengan biota laut, diving menjadi pilihan yang tepat. Di dasar laut di sekitar Pulau Kemujan terbaring Kapal Panama Indono yang tenggelam pada tahun 1955 dan sekarang menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan, serta merupakan salah satu lokasi favorit wreck diving. Penyu sisik dan penyu hijau yang langka pun kerap terlihat berenang di perairan Karimunjawa.
Spot snorkeling dan diving tersebar hampir di seluruh perairan kepulauan. Menyambangi pulau terdekat menjadi pilihan menarik untuk melihat sisi lain kecantikan Karimunjawa. Kepulauan tropis ini menjanjikan berbagai pengalaman menarik, seperti menyusuri pantai berpasir putih mengelilingi Pulau Cemara Besar, membakar ikan untuk makan siang di Pulau Menjangan Kecil, menjelajah Pulau Cilik dengan gosong berpasir putih lembut di belakangnya, serta kesempatan untuk melihat Elang Laut Dada Putih yang merupakan salah satu satwa langka.
Pulau Menjangan Besar menawarkan kesempatan menguji adrenaline dengan berenang bersama ikan hiu di kolam penangkaran mereka, sementara Pulau Tengah memberikan warna tersendiri dengan resort-resort terapung dilengkapi kolam penangkaran ikan hiu.
Keindahan laut yang masih sangat alami ini salah satunya adalah karena masih banyaknya hutan bakau yang tumbuh di Karimunjawa. Sebanyak total 300 hektar bakau tersebar di seluruh kepulauan. Selain melindungi pantai dari abrasi, hutan bakau juga menghasilkan pelapukan yang menjadi makanan utama plankton serta tempat berkembangbiaknya berbagai hewan laut.
Keunikan budaya masyarakat Karimunjawa menjadi daya tarik tersendiri. Penduduknya merupakan gabungan dari 3 suku berbeda yaitu Jawa, Bugis, dan Madura yang hidup rukun berdampingan. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di pulau terbesar, Pulau Karimunjawa. Dermaga nelayan menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan langit dan laut saat senja tiba. Pulau ini juga dihiasi oleh deretan perbukitan yang menjadi alternatif trekking atau menanti saat-saat terbitnya sang surya.
Sumber: http://karimunjawa.yogyes.com/id/
Diposkan pada 05.00
Langganan:
Postingan (Atom)






























