Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan

Pulau Sempu

Pulau Sempu Malang

Pulau Sempu, merupakan sebuah kepulauan kecil yang berada di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur,atau tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Saat ini pulau Sempu merupakan sebuah kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam dalam pulau ini tidak ditemukan adanya mata air laut di tengah pulau.

Pulau sempu merupakan pulau yang tidak berpenduduk dan di dalamnya hanya terdiri dari hutan berbukit yg sebagian besar adalah hutan mangrove. Pulau sempu memiliki sebuah danau yaitu segara anakan, danau ini merupakan danau pasang surut air laut yang indah. Meskipun memiliki kedalaman sekitar 5 meter, danau ini aman untuk kegiatan snorkling ataupun hanya sekedar berenang karena sudah terbebas dari ombak laut lepas samudra Indonesia.

Snorkling di segara anakan memberikan nuansa tersendiri karena terumbu karangnya masih sangat alami dan belum rusak oleh tangan-tangan jahil manusia.


Secara geografis, Pulau Sempu terletak di antara 112° 40' 45? - 112° 42' 45? bujur timur dan 8° 27' 24? - 8° 24' 54? lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, Timur dan Barat.

Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru, dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan, serta mendapat perijinan.untuk bisa masuk ke tempat wisata pulau sempu.tapi biarpun begitu tidak akan menyesal karena keindahan pulau sempu itu sendiri. (artikel Wiki)












Sumber: http://www.wisatanesia.com

Badak Bercula Satu

Badak Bercula Satu

Indonesia adalah Negara super lengkap. Kenapa bisa dibilang begitu? Ya, karena Indonesia yang merupakan Negara tropis dan berada tepat di garis katulistiwa ini, adalah habitat fauna paling besar di dunia. Segala macam populasi fauna ditemukan di Indonesia, diantaranya yang paling khas adalah jenis Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus). Badak bercula satu atau sering disebut juga Badak Jawa merupakan  salah satu spesies satwa terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah populasi tak lebih dari 60 individu. Di Indonesia, badak bercula satu, ditempatkan di taman perlindungan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan sekitar delapan individu di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam (2000). Badak Jawa juga dalam kategori sangat terancam atau critically endangered dari badan konservasi dunia IUCN.

Saat ini hanya tersisa 5 spesies Badak, 2 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Berikut jenis spesies Badak yang masih bertahan hidup hingga saat ini;


  • Badak Sumatera (Sumatran rhino) bercula dua atau Dicerorhinus sumatrensis. Terdapat di Pulau Sumatera (Indonesia) dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia).
  • Badak Jawa (Javan rhino) bercula satu atau Rhinocerus sondaicus. Terdapat di Pulau Jawa (Indonesia) dan Vietnam
  • Badak India (Indian rhino) bercula satu atau Rhinocerus unicornis. Tedapat di India dan Nepal.
  • Badak Hitam Afrika bercula cula (Black Rhino) atau Diceros bicormis. Terdapat di Kenya, Tanzania, Kamerun, Afrika Selatan, Namibia dan Zimbabwe.
  • Badak Putih Afrika bercula dua (White Rhino) atau Cerathoterium simum. Terdapat di Kongo.
Dari kelima badak diatas, masing-masing memiliki ciri fisik yang khas, berikut ciri-ciri Fisik Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus)
  • Warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman.
  • Memiliki satu cula, dengan panjang ± 25 cm (pada betina ada kemungkinan tidak tumbuh/ kecil sekali)
  • Berat badan mencapai 900 – 2300 kg, panjang tubuh ±2 – 4 m dan tinggi dapat mencapai hampir 1,7 m.
  • Kulitnya memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja.
  • Rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit.
  • Bibir atas lebih menonjol berfungsi untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut.
Tidak hanya di Jawa, populasi Badak Jawa ini dulu diperkirakan tersebar juga di Sumatera yaitu di daerah Aceh sampai Lampung. Tapi, kini Badak Jawa hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT), Banten. Selain itu terdapat di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Di Indonesia sendiri, Badak Jawa pernah ditemukan diluar TNUT yaitu pada tahun 1934, ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya, dan saat ini specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor.

Berikut Klasifikasi Ilmiah Badak Jawa:
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Mammalia
Ordo: Perissodactyla
Superfamili: Rhinocerotides
Famili: Rhinocerotidae
Genus: Rhinoceros
Spesies: Rhinoceros sondaicus











Sumber: http://carapedia.com

Karimun Jawa

Karimun Jawa
Karimunjawa mungkin tak sepopuler Bali, Lombok, atau Bunaken. Namun, keindahan alam laut kepulauan ini tak kalah luar biasa. Merupakan salah satu dari 9 Taman Laut Nasional di Indonesia, Karimunjawa terdiri atas 27 pulau. Lima pulau dihuni oleh penduduk, sementara sisanya adalah pulau-pulau perawan tak berpenghuni nan jelita. Terdapat 5 jenis ekosistem di kepulauan ini; terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Keindahan biota lautnya adalah salah satu alasan utama untuk mengunjungi Karimunjawa. Tak kurang dari 69 marga karang keras dan 353 spesies ikan karang hidup di perairan laut tropisnya. Snorkeling menjadi kegiatan favorit. Menikmati warna-warni terumbu karang, atau menyaksikan tarian ikan-ikan badut yang lucu dan menggemaskan akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Bila ingin lebih lama menghabiskan waktu bercengkerama dengan biota laut, diving menjadi pilihan yang tepat. Di dasar laut di sekitar Pulau Kemujan terbaring Kapal Panama Indono yang tenggelam pada tahun 1955 dan sekarang menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan, serta merupakan salah satu lokasi favorit wreck diving. Penyu sisik dan penyu hijau yang langka pun kerap terlihat berenang di perairan Karimunjawa.

Spot snorkeling dan diving tersebar hampir di seluruh perairan kepulauan. Menyambangi pulau terdekat menjadi pilihan menarik untuk melihat sisi lain kecantikan Karimunjawa. Kepulauan tropis ini menjanjikan berbagai pengalaman menarik, seperti menyusuri pantai berpasir putih mengelilingi Pulau Cemara Besar, membakar ikan untuk makan siang di Pulau Menjangan Kecil, menjelajah Pulau Cilik dengan gosong berpasir putih lembut di belakangnya, serta kesempatan untuk melihat Elang Laut Dada Putih yang merupakan salah satu satwa langka.

Pulau Menjangan Besar menawarkan kesempatan menguji adrenaline dengan berenang bersama ikan hiu di kolam penangkaran mereka, sementara Pulau Tengah memberikan warna tersendiri dengan resort-resort terapung dilengkapi kolam penangkaran ikan hiu.

Keindahan laut yang masih sangat alami ini salah satunya adalah karena masih banyaknya hutan bakau yang tumbuh di Karimunjawa. Sebanyak total 300 hektar bakau tersebar di seluruh kepulauan. Selain melindungi pantai dari abrasi, hutan bakau juga menghasilkan pelapukan yang menjadi makanan utama plankton serta tempat berkembangbiaknya berbagai hewan laut.

Keunikan budaya masyarakat Karimunjawa menjadi daya tarik tersendiri. Penduduknya merupakan gabungan dari 3 suku berbeda yaitu Jawa, Bugis, dan Madura yang hidup rukun berdampingan. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di pulau terbesar, Pulau Karimunjawa. Dermaga nelayan menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan langit dan laut saat senja tiba. Pulau ini juga dihiasi oleh deretan perbukitan yang menjadi alternatif trekking atau menanti saat-saat terbitnya sang surya.









Sumber: http://karimunjawa.yogyes.com/id/